Home » Budidaya » Sayur » Cara Menanam Sawi di Polybag yang Baik dan Benar

Cara Menanam Sawi di Polybag yang Baik dan Benar

Cara menanam sawi di polybag yang baik dan benar agar tumbuh subur. Budidaya sawi dalam polybag bisa dengan mudah asal tahu langkah-langkahnya. Sebagai gambaran awal kita harus memperhatikan area lingkungan sekitar, memilih bibit unggul, media tanam yang tepat serta melakukan perawatan rutin.

Sawi rasanya enak memiliki kandungan gizi yang baik terutama jenis sawi hijau. Makanan yang satu ini sebagai sayuran, bisa masak dengan  cara tumis atau sebagai lalapan. Sawi hijau juga sebagai campuran sayuran bakso.

Karena banyak sebagai campuran bakso sawi hijau disebut juga sawi bakso. Nama lain dari sawi hijau adalah caisim.

Ciri-ciri sawi hijau memiliki tangkai daun panjang, bentuk daun lebar warna hijau tua. Mempunyai rasa sedikit pahit dan ada juga yang lebih gurih asin atau manis dengan tekstur renyah.

baca juga: Jenis Sawi Unggul di Indonesia Bernilai Ekonomis

Oleh karena banyaknya permintaan pasar, sawi menjadi salah satu peluang usaha budidaya pada bidang pertanian. Tidak itu saja, cara tanam sawi sangat mudah.

Tahapan Cara Menanam Sawi

Sawi di Polybag

Sawi bisa ditanam pada lahan sawah yang luas atau pada lahan sempit dengan cara vertikultur. Vertikultur adalah cara bercocok tanam secara vertikal.

Artikel kali ini yaitu cara menanam sawi dengan vertikultur menggunakan polybag atau pot. Jadi cocok untuk tanaman pada pekarangan rumah lahan sempit.

Untuk menanam sawi dalam polybag kita harus menyediakan alat-alat dan media tanam sebelum memulai. Hal yang perlu sedia adalah:

1. Polybag ukuran minimal diameter 15 cm atau 20 x 30 cm atau pot ukuran 25
2. Media tanam berupa tanah top soil, pupuk kandang, pasir dan kompos
3. Kalau ada sediakan juga rak tanam dari bambu atau kayu, bisa juga dari besi
4. Sediakan bibit sawi unggul

Syarat Tumbuh Sawi Hijau

Sawi hijau bisa tumbuh pada dataran tinggi maupun dataran rendah. Bisa tumbuh pada iklim panas maupun sejuk. Walaupun begitu sawi hijau lebih tumbuh subur pada daerah tinggi dengan cuaca sejuk atau dingin tapi tetap mendapat sinar matahari.

Tanah yang baik untuk menanam sawi adalah gembur banyak humus tapi tidak tergenang air. Derajat keasaman tanah yang baik antara pH 6 – 7.

Menanam sawi dalam polybag umumnya pada lahan sempit. Dalam hal ini yang harus mendapat perhatian lebih yaitu menggunakan media tanam yang baik.

Cara Memilih Bibit Sawi Unggul

Bibit sawi unggul yaitu biji sawi. Salah satu kunci sukses menanam sawi adalah pemilihan biji sawi, jadi berhati hatilah dalam hal ini.

Ciri-ciri biji sawi unggul sebagai berikut:

Biji sawi yang baik mempunyai bentuk bulat ukuran kecil.
Kulit warna coklat agak kehitaman.
permukaan biji lebih licin dan mengkilap.
Jika beli pada toko pertanian atau online shop kemasan masih baik rapat belum eceran.

Cara Persemaian Bibit Sawi

Untuk mendapatkan keberhasilan tumbuh biji sawi harus semai biji terlebih dahulu. Jika biji sawi ditanam langsung ke media tanam, nanti biji sawi banyak yang gagal tumbuh. Akibatnya kita akan menyulam kembali.

Pertama rendam biji sawi beberapa saat, buang biji sawi yang mengapung. Biji sawi yang tenggelam adalah berkualitas baik dan yang mengapung kurang baik.

Siapkan polybag yang lebih besar atau gunakan beberapa polybag untuk menampung semua semai biji sawi.

Isi polybag dengan media tanam berupa tanah top soil, pupuk kandang, pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1:1:1 dicampur secara merata.

Media bisa juga menggunakan sekam bakar, pasir, media tanam kemasan yang sudah jadi dengan perbandingan 1 : 1 : 1 dicampur rata.

Setelah media masuk dalam polybag siram dengan air. Selanjutnya tabur biji sawi secara merata setelah itu tutup dengan media tipis-tipis saja.

Tempatkan pada lokasi ternaungi bawa pohon. Untuk perawatan siram dengan speray halus pagi dan sore. sesuaikan penyiraman dengan kondisi media jangan kering tapi tidak tergenang air.

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag

Cara menanam sawi dalam polybag selanjutnya memindahkan benih sawi. Benih sawi umur 3 – 5 minggu sudah bisa ditanam pada media tanam baik di polybag atau tanah kebun.

Sebelum memindahkan benih sawi siap dahulu media tanam dalam polybag. Isi penuh polybag dengan media tanam dengan sesuai campuran perbandingan.

Cabut benih sawi dengan hati-hati usahakan akar tidak rusak. Selanjutnya tanam dalam polybag bisa 3 benih dalam 1 polybag. Lakukan pada sore hari ketika matahari sudah mulai reda. Setelah tanam langsung siram sampai basah.

Cara Perawatan Menanam Sawi Dalam Polybag

Penyiraman

Agar sawi tumbuh subur lakukan penyiraman secara teratur. Waktu peyiraman yang tepat pagi dan sore, pagi antar jam 6:00-9:00, sore antara jam 16:00-18:00. Siram keseluruhan media dan tanaman sampai basah.

Tanaman sawi sangat membutuhkan air tapi tidak sampai tergenang. Jika tergenang akar akan busuk dan bis menyebabkan kematian. Untuk itu perlu membuat lubang yang cukup pada polybag.

Jika keadaan media masih basah tidak perlu menyiram tanaman misalnya setelah turun hujan. Jika hujan terus menerus perlu membuat naungan agar media tidak kelebihan air.

Penyulaman / Penjarangan

Penyulaman tanaman sawi bisa lakukan jika perlu. Menambah tanaman yang jarang dan mengganti tanaman yang mati atau rusak karena penyakit. Penyulaman sawi bisa lakukan segera mungkin setelah tanam jika terlihat tidak sesuai pertumbuhan.

Penjarangan tanaman sawi sama pentingnya dengan penyulaman. Perawatan penjarangan lakukan setelah dua minggu setelah tanam selesai. Tujuan dari penjarangan yaitu untuk menghindari terjadi hambatan pada pertumbuhan.

Caranya cabut tanaman sawi yang tumbuh terlalu rapat. Tanaman tidak akan tumbuh dengan baik dan sehat apabila wadah tanam sangat sempit atau berhimpit dengan tanaman lain. Kondisi ini menyebabkan sawi jadi kerdil karena berebut unsur hara sehingga mendapat nutrisi sedikit.

Penyiangan

Penyiangan tanaman sawi dapat lakukan sebanyak 2-4 kali selama masa tanam. Bisa juga sesuai kebutuhan. Perawatan penyiangan bertujuan menyehatkan tanaman dari gangguan semak dan gulma mengganggu. Jika bebas dari semak-semak unsur hara akan lebih banyak terserap oleh tanaman sawi sehingga menjadi subur.

Pemupukan

Pemupukan sawi harus ada untuk menunjang pertumbuhan dan menjaga ketahanan penyakit. Pupuk bisa mulai pada usia tanam sawi sudah menginjak 3 minggu. Misalnya memberi pupuk urea sebanyak 20 kg / ha dengan dosis pemberian sekali seminggu dan hingga masa panen. Jika kebun kecil sesuaikan saja dengan petunjuk kemasan produk.

Karena ini menanam sawi dalam polybag pupuk kandang tidak perlu lagi karena sudah ada pada campuran media awal tanam.

Hama Tanaman Sawi

Hama tanaman sawi pada umumnya ulat daun merusak daun sawi. Gejala sawi terserang ulat tersebut yaitu permukaan daun sawi menjadi rusak dan berlubang serta tidak rata kemudian daun dan akar menjadi kering.

Untuk mengatasinya bisa dengan dengan cara mengumpulkan ulat yang terdapat pada daun sawi dan membakarnya. Cara kimia dengan menggunakan semprotan insektisida.

Ada juga ulat tanah mengganggu akar tanaman membuat sawi menjadi layu, menguning, dan pada akhirnya mati. Mengatasi masalah ini dengan cara non kimia yaitu dengan melakukan sanitasi tanaman. Sedangkan cara kimia dengan memberi insektisida.

Penyakit Tanaman Sawi

Penyakit sawi yang biasa dialami yaitu pembusukan pada daun, pada awalnya mengubah warna daun menjadi kuning kemudian terdapat lendir akhirnya daun membusuk. Pengendalian penyakit sawi ini yaitu dengan cara sanitasi atau penyemprotan fungisida.

Penyakit akar gada yang dapat membuat akar sawi menjadi busuk, kering, dan mati,  kendalikan dengan sanitasi.

Untuk penyakit bercak daun atasi dengan penyemprotan fungisida bahan aktif.

Kemudian penyakit busuk alternaria yang dapat membuat akar menjadi kering. Penyakit alternaria atasi dengan semprotan fungisida dithane.

Metode Panen Sawi

Tanaman sawi sudah dapat panen ketika usia sudah menginjak 2 bulan. Cara panen sawi yaitu dengan mencabut seluruh bagian tanaman, dapat juga dengan memotong batang sawi bagian atas saja, dapat juga dengan hanya memetik daun saja.

Jika memanen menggunakan cara hanya memetik daun saja dapat membuat tanaman sawi tumbuh lama sehingga tidak perlu lagi mengulang proses tanam kembali.

Andari boleh pilih cara panen seperti apa yang cocok, sesuaikan saja dengan kebutuhan.

Itulah cara menanam sawi dalam polybag atau dalam pot pada lahan sempit atau pada pekarangan rumah.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.